DENPASAR - Ketua MUI Bali, KH Muhammad Taufik Asy’adi, SAg, tidak mempermasalahkan seruan bersama Nyepi yang memberi batas pelaksanaan shalat gerhana matahari bagi umat Islam di Bali.
Yakni hanya sampai pukul 07.00 Wita.
Ia berujar waktu toleransi yang diberikan dalam surat tersebut sudah sangat panjang.
Umat muslim harus berjalan kaki dan tanpa pengeras suara selama melaksanakan sholat Gerhana.
"Kalau gak salah jam 06.15 kita sudah selesai," katanya saat ditemui di kediamannya Denpasar, kemarin, Selasa (16/2/2016).
Ia juga berpesan kepada umat Islam di Bali agar melaksanakan shalat di masjid-masjid yang terdekat.
Lakukan penuh kekhusyukan sebagai wujud pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah SWT.
“Tidak masalah tanpa pengeras suara, asal orang melaksanakan shalat bersungguh-sungguh. Yang penting adalah mari kita saling menjaga toleransi antar-umat beragama, dan menghindari gesekan-gesekan primordial maupun SARA demi menciptakan kedamaian dan keamanan Bali yang kita cintai," katanya. (*)
http://bali.tribunnews.com/2016/02/17/ini-kata-ketua-mui-bali-terkait-shalat-gerhana-matahari-saat-nyepi


0 komentar :
Posting Komentar